Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja “Sebaja (Seks Beresiko Pada Remaja)” Di SMP Negeri 156 Jakarta

Illa Arinta, Nurazizah Khasanah, Marsha Insyira Efendi

Abstract


Masa remaja adalah periode penting dalam perkembangan manusia, ditandai oleh peralihan dari kanak-kanak ke dewasa, meliputi perubahan biologis, psikologis, dan sosial dengan rentang usia 10-24 tahun. Salah satu masalah yang muncul di kalangan remaja adalah perilaku seksual berisiko, yang sering terjadi seiring dengan kematangan organ reproduksi.Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai seks beresiko dan kesehatan reproduksi remaja. Metode pelaksaan ini dilakukan melalui penyuluhan terkait seks beresiko dan kesehatan reproduksi pada remaja dan melakukan pre test dan post test kepada peserta edukasi. Dengan demikian penting adanya edukasi bagi remaja untuk memberikan informasi pada remaja agar mereka mampu memberdayakan diri untuk membangun nilai positif dan memiliki keterampilan yang mendukung mereka untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab demi menjadi orang dewasa yang sehat secara seksual. Hasil ini sesuai dengan target penyuluhan seks beresiko pada remaja yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat STIKes RSPAD Gatot Soebroto bahwa adanya perubahan peningkatan pengetahuan siswa/i kelas VIII SMP Negeri 156 Jakarta pada sebelum diberikan penyuluhan Seks Beresiko.

 


Keywords


Edukasi; Kesehatan Reproduksi; Remaja; Seks

Full Text:

PDF

References


Abibakrin, M. (2015). Upaya Edukatif pada Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Antari. (2019). Remaja cerdas anti seks bebas. Presscare, 131–137.

Ari, W. C. (2022). KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN PRAKONSEPSI. bandung jawa barat: CV. MEDIA SAINS INDONESIA.

Chengchao, Z. j. (2023). Prevalence and Trends of Sexual Behavior Among Adolescents.

JMIR PUBLIC HEALTH AND SURVEILLANCE, 1-18.

Dewi Syafitriani, I. T. (2022). Determinan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja (15-24 Tahun) di Indonesia (Analisis SDKI 2017). Jurnal Kesehatan Komunitas, 205-218.

Kemenkes RI. (2015). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja.

http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin reproduksi remaja-ed.pdf.

Kumalasary, D. (2021). PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS. Midwifery

Journal, 101-106.

Natiqotul Fatkhiyah, M. D. (2020). Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Abdimas Mahakm , 1-6.

Pardede. (2020). Harga Diri Dengan Depresi Pasien Hiv/Aids. Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar, 57.

Pratiwi, D. A. (2017). Pengaruh Penyuluhan Metode Permainan Edukatif Dan Metode Ceramah Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Tentang Pencegahan

Penyakit Diare Pada Murid SD Di Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2015. 0-

Rahakbauw. (2018). Dukungan Keluarga Terhadap Kelangsungan Hidup ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Insani,, 64–81.

RI, K. K. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia. Diakses melalui https://www.kemkes.go.id/article/view/21012600002/remaja-sehatkomponen utama-pembangunan-sdm-indonesia.html.




DOI: https://doi.org/10.37430/jawh.v1i2.17

DOI (PDF): https://doi.org/10.37430/jawh.v1i2.17.g13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JURNAL ABDI WIRA HUSADA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

Lisensi Creative Commons

Jurnal Abdi Wira Husada is distributed under a   Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional.

View My Stats